logo-wp.png

Lingkar Ide PPIA

 

Di PPIA Victoria, kami percaya bahwa mahasiswa Indonesia yang tinggal dan belajar di luar negeri memiliki keinginan luhur untuk terus berkontribusi kepada nusa dan bangsa.

Namun, sayangnya, bagi sebagian besar mahasiswa Indonesia di Australia, keinginan tersebut terpendam sebagai sebuah keinginan saja.

Pada bulan Agustus tahun 2009 ini, kami menyadari bahwa belum ada sebuah mekanisme jelas yang dapat digunakan oleh mahasiswa Indonesia di Australia untuk menyalurkan sumbangan terbesar yang mereka miliki: gagasan serta ide-ide mereka.

Padahal, kami banyak menemukan mahasiswa Indonesia di Australia dengan ide-ide besar yang memiliki potensi luar biasa jika disosialisasikan dengan baik di tanah air.

Minimal, kami merasa ide-ide mereka dapat membakar semangat rekan-rekan mahasiswa di Indonesia, dan diseluruh dunia, untuk terus terbuka dan kritis dalam menuntut ilmu, sehingga dapat menghasilkan terobosan-terobosan keilmuan yang dapat menjunjung tinggi nama baik Indonesia dikancah penelitian internasional.

Secara singkat, Lingkar Ide PPIA adalah sebuah platform yang kami bangun untuk digunakan oleh pelajar Indonesia di Australia untuk mensosialiasikan proses dan/atau hasil studinya secara efektif ke Indonesia dan seluruh penjuru dunia melalui video dokumenter singkat.

Tentunya, kami tidak membatasi diri hanya pada untuk mahasiswa yang sedang mengambil pasca sarjana atau doktoral dengan thesis-nya, tetapi kepada seluruh mahasiswa Indonesia di Australia yang memiliki ide-ide luar biasa, yang dapat berkontribusi positif dalam sebuah lingkaran ide yang terus membakar inspirasi.

Di PPIA Victoria, kami percaya bahwa mahasiswa Indonesia yang tinggal dan belajar di luar negeri memiliki keinginan luhur untuk terus berkontribusi kepada nusa dan bangsa.

Namun, sayangnya, bagi sebagian besar mahasiswa Indonesia di Australia, keinginan tersebut terpendam sebagai sebuah keinginan saja.

Pada bulan Agustus tahun 2009 ini, kami menyadari bahwa belum ada sebuah mekanisme jelas yang dapat digunakan oleh mahasiswa Indonesia di Australia untuk menyalurkan sumbangan terbesar yang mereka miliki: gagasan serta ide-ide mereka.

Padahal, kami banyak menemukan mahasiswa Indonesia di Australia dengan ide-ide besar yang memiliki potensi luar biasa jika disosialisasikan dengan baik di tanah air.

Minimal, kami merasa ide-ide mereka dapat membakar semangat rekan-rekan mahasiswa di Indonesia, dan diseluruh dunia, untuk terus terbuka dan kritis dalam menuntut ilmu, sehingga dapat menghasilkan terobosan-terobosan keilmuan yang dapat menjunjung tinggi nama baik Indonesia dikancah penelitian internasional.

Secara singkat, Lingkar Ide Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (atau Lingkar Ide PPIA) adalah sebuah platform yang kami bangun untuk digunakan oleh pelajar Indonesia di Australia untuk mensosialiasikan proses dan/atau hasil studinya secara efektif ke Indonesia dan seluruh penjuru dunia melalui video dokumenter singkat.

Tentunya, kami tidak membatasi diri hanya pada untuk mahasiswa yang sedang mengambil pasca sarjana atau doktoral dengan thesis-nya, tetapi kepada seluruh mahasiswa Indonesia di Australia yang memiliki ide-ide luar biasa, yang dapat berkontribusi positif dalam sebuah lingkaran ide yang terus membakar inspirasi.

 

Menjadi Narasumber Lingkar Ide PPIA

1422263777755.jpeg

Apakah anda warga negara Indonesia yang sedang belajar di Australia, khususnya di Melbourne dan sekitarnya? Apakah anda memiliki sebuah ide / penelitian yang memiliki potensi positif untuk Indonesia jika dibagikan secara luas? Jika jawaban anda adalah ya untuk kedua pertanyaan ini, maka anda dapat menjadi narasumber pada Lingkar Ide PPIA berikutnya!

Caranya: Download template naskah produksi Lingkar Ide PPIA disini, lalu kirimkan template yang sudah anda isi ke alamat email sekretariat@ppia-vic.org. Karena setiap episode Lingkar Ide PPIA hanya 8 menit saja, anda hanya perlu menuliskan 600an kata saja. Mudah bukan? Kami tunggu naskah dari anda!

Jika ada yang ingin anda tanyakan, langsung saja telepon salah satu tim Lingkar Ide PPIA berikut: 

  • Evalin Lim (046-709-3909)
  • Stanislaus Glenndy Fabian (045-076-9494)
  • Natalia Agus (045-130-2828)
  •  

Duplikasi: Kunci Sukses Lingkar Ide PPIA

Sebagai penggagas Lingkar Ide PPIA, kami baru dapat menilai program ini sukses apabila telah terjadi replikasi produksi Lingkar Ide PPIA oleh PPIA Cabang lain di Australia, atau bahkan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia lain di belahan dunia yang lain.

Untuk membuka kemungkinan replikasi produksi, kami telah merancang Lingkar Ide PPIA sebagai sebuah inisiatif yang open source – Dalam artian, seluruh dokumen tata cara produksi, contoh naskah produksi, dan sebagainya dapat ditemukan dan didownload secara utuh DISINI.

Harapan kami, dalam dua atau tiga tahun kedepan, kita akan dapat menemukan puluhan, bahkan mungkin ratusan video dokumentasi berkualitas di YouTube yang menggali potensi ide-ide kreatif anak bangsa dimanapun ia berada.

 

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Lingkar Ide PPIA, tonton DISINI

 


Resource Produksi Lingkar Ide PPIA

 

1422266888090.jpeg

Sebagai sebuah film dokumenter yang profesional, naskah produksi yang baik adalah kunci dari penciptaan Lingkar Ide PPIA. Secara umum ada tiga fungsi utama dari naskah produksi:

  • Penyaringan narasumber
  • Penyusunan penyampaian materi dengan baik, dan
  • Memastikan film tidak lebih dari 8 menit, dengan asumsi 600-700 kata dalam Bahasa Indonesia membutuhkan 7-8 menit untuk dibaca.

Template naskah produksi Lingkar Ide PPIA dapat didownload disini.

Contoh naskah produksi yang sudah jadi (Episode 1: Bagus Nugroho) dapat didownload disini.

 

Tim Produksi dan Pasca-Produksi

1422267847548.jpeg

Secara umum, Lingkar Ide PPIA didesain sebagai produksi yang ultra low budget, dengan staffing yang minimal. Pada umumnya, sebuah episode Lingkar Ide PPIA hanya membutuhkan 3 orang kru produksi, yang terdiri dari: juru kamera, juru suara (audio) dan pengarah materi /script master.

Perihal peralatan, untuk kamera, kami menggunakan Nikon D90 atau kamera D-SLR lain yang memiliki fitur rekaman video HD. Untuk audio, kami menggunakan Zoom H4n, dan tambahan boomer + shotgun microphone apabila diperlukan.

 

Editing

Di PPIA Victoria, kami mengedit menggunakan Final Cut Express. Hal yang penting untuk diperhatikan pada proses editing adalah requirement yang diberikan dari stasiun televisi, yaitu: audio level yang konstan (diantara -12 sampai -6 desibel), TV safe area, brightness level yang tidak melebihi 100% IRE. Oh ya, tidak lupa, format video minimal 720p HD.

 

Soundtrack

Seperti penggunaan gambar, Lingkar Ide PPIA hanya dapat menggunakan BGM (background music) / lagu yang bebas royalti, gratis dan libre. Oleh sebab itu, kami (seperti halnya banyak rumah produksi lainnya) menggunakan Garageband (loops) untuk mengisi soundtrack Lingkar Ide PPIA, dan repositori lagu dengan lisensi Creative Commons dibawah ini:

 

Subtitling

1422267991715.png

Untuk subtitling / closed captioning, kami mengikuti panduan CC dari YouTube yang dapat ditemukan DISINI. Dengan mengikuti panduan ini, kami dapat menampilkan Lingkar Ide PPIA dalam berbagai puluhan bahasa (Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman bahkan Mandarin) sesuai dengan fitur auto translate yang dimiliki oleh YouTube.

 

Template-Template Produksi

Lingkar Ide PPIA menggunakan font Sketch Rockwell. Font ini dapat anda download DISINI. Lalu, kami menggunakan aplikasi presentasi Keynote di Mac OS untuk membuat judul-judul Lingkar Ide PPIA. File Keynote yang kami gunakan dapat anda download DISINI.


Episode 1: Bagus Nugroho - Pengurangan surface friction drag demi efisiensi transportasi

 

Di episode perdana ini, Lingkar Ide PPIA menampilkan Bagus Nugroho – mahasiswa Indonesia di Department of Mechanical Engineering, The University of Melbourne – yang sedang meneliti kemungkinan mengurangi surface friction drag secara signifikan dengan surface roughness yang didesain secara divergence dan convergence.

Bagus Nugroho bisa dihubungi melalui Facebook DISINI.


Episode 2: Reni Suwarso - Dampak Pemilu 2004 Terhadap Partai Politik di Indonesia

Di episode kedua, Lingkar Ide PPIA menampilkan Reni Suwarso – dosen ilmu politik Universitas Indonesia – yang sedang menyelesaikan program doktoral di Victoria University dengan judul penelitian “Dampak Pemilu 2004 Terhadap Partai Politik di Indonesia”.

Reni Suwarso bisa dihubungi melalui email di reni.suwarso@yahoo.com


Episode 3: Komite PPIA Victoria 2008-2009 - Ide Dibalik Lingkar Ide PPIA

Di episode ketiga, Lingkar Ide PPIA menampilkan pengurus PPIA Cabang Victoria ’08-’09, Putri Yulandari Haniman, Timur Imam Nugroho, Muhammad Reza dan Dirgayuza Setiawan, untuk membuka pemikiran dibalik dibuatnya Lingkar Ide PPIA.

Pengurus PPIA Victoria dapat dihubungi di alamat email sekretariat@ppia-vic.org


Episode 4: Krishnamurti Suparka - Recollections & Reconstructions

Di episode keempat, Lingkar Ide PPIA menampilkan Krishnamurti Suparka – seorang seniman muda berbakat di Victorian College of the Arts (VCA) – yang baru saja menyelesaikan Honours program dibidang studi Fine Arts dengan thesis “Recollections & Reconstructions”.


Episode 5: Charles Dewanto - Recycling Culture

Di episode kelima, Lingkar Ide PPIA menampilkan Charles Dewanto – seorang arsitek asal Malang, Jawa Timur – yang baru saja menyelesaikan program Master of Architecture di RMIT dengan thesis “Recycling Culture” yang berfokus pada rancangan pembangunan art precinct baru untuk Jakarta Kota.


Episode 6: Syahrudin Yadi - Informasi Spasial untuk Pengembangan Sustainable City

Di episode keenam, Lingkar Ide PPIA menampilkan Syahrudin Yadi, seorang staff geoinformatika Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL) asal Jakarta. Ia baru saja menyelesaikan program Master of Applied GIS di Melbourne University dengan thesis pemanfaatan data dan informasi spasial untuk mendukung pengembangan sustainable city. Kota Semarang ia pilih sebagai studi kasus untuk thesisnya ini.


Episode 7: Najmah Usman - Pencegahan Penyakit Tulang Pinggul dalam Mempersiapkan Generasi Kedepan

Di episode ketujuh, Lingkar Ide PPIA menampilkan Najmah Usman, seorang Master of Public Health di Melbourne University dengan penemuan riset hubungan antara struktur geometri tulang pinggul dengan umur, dan adanya hubungan struktur geometri tulang pinggul dan resiko patah tulang pada wanita manula


Episode 8: Wawan Dhewanto - Komersialisasi Teknologi

Di episode kedelapan, Lingkar Ide PPIA menampilkan Wawan Dhewanto, dosen Sekolah Bisnis dan Managemen ITB yang sedang menyelesaikan program doktoral di Monash University. Faktor-faktor managemen perusahaan yang mendukung komersialisasi teknologi adalah fokus dari risetnya.


Episode 9: Nur Asyik Hidayatullah - Pemanfaatan Smart Grid and Distributed Generation

Di episode kesembilan, Lingkar Ide PPIA menampilkan Nur Asyik Hidayatullah, seorang electrical power system engineer dari Madiun, Jawa Timur. Saat ini, ia sedang menyelesaikan program S2 di Victoria University. Pemanfaatan teknologi power system baru seperti distributed generation dan smart grid adalah fokus dari risetnya.


Episode 10: Andre Sugiyono - Optimasi Terminal Peti Kemas Menggunakan Group Technology

Di episode kesepuluh, Lingkar Ide PPIA menampilkan Andre Sugiyono, dosen program studi teknik industri dari Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Saat ini, ia sedang menyelesaikan program PhD di Swinburne University of Technology. Optimasi terminal peti kemas melalui desain tata letak fasilitas adalah fokus risetnya.


Episode 11: Nilam Andalia Kurniasari - Implementasi Asas "Maritime Cabotage"

 

Di episode kesebelas, Lingkar Ide PPIA menampilkan Nilam Andalia Kurniasari, dosen program studi hukum internasional, Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Saat ini, ia sedang menyelesaikan program PhD di LaTrobe University of Technology. Implementasi asas “maritime cabotage” adalah fokus penelitiannya.


Episode 12: Galuh sukmara Soejanto - Eksistensi dan Keunikan Bahasa Isyarat Yogyakarta

Di episode keduabelas, Lingkar Ide PPIA menampilkan Galuh Sukmara Soejanto, penerima beasiswa Kementerian Komunikasi dan Informasi yang sedang menyelesaikan program S2 dibidang deaf studies and sign linguistics di La Trobe University. Membuktikan eksistensi dan keunikan bahasa isyarat Yogyakarta adalah fokus risetnya.


Episode 13: Tim Lingkar Ide PPIA Victoria - Behind the Scenes Lingkar Ide PPIA

Untuk mendukung visi replikasi program knowledge sharing ilmuwan Indonesia melalui medium video dokumenter singkat seperti Lingkar Ide oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di luar Victoria, Australia, pada episode ketigabelas ini tim produksi Lingkar Ide dari PPIA Victoria memaparkan proses produksi, atau “behind the scenes” Lingkar Ide PPIA.


Episode 14: Harryadin Mahardika - Perilaku Publik dalam Mengadopsi Mobile Technology

Di episode 14, Lingkar Ide PPIA menampilkan Harryadin Mahardika, penerima beasiswa Kementerian Komunikasi dan Informasi yang sedang menyelesaikan program S3 di Department of Marketing, Monash University. Risetnya menawarkan pengertian konseptual untuk memprediksi perilaku konsumen dalam mengadopsi teknologi pemasaran menggunakan perangkat bergerak, seperti QR Code.


Episode 15: Adjie Pamungkas - Disaster Risk Management.

Di episode 15, Lingkar Ide PPIA menampilkan Adjie Pamungkas. Belajar dari peristiwa bencana gempa dan tsunami tahun 2004 lalu, dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ini menilai disaster risk management di Indonesia sering terjebak pada emergency management, dan mengabaikan tiga pilar lainnya, seperti tindakan mitigasi, kesiapsiagaan dan pemulihan.


Episode 16: Mulyoto Pangestu - Solusi Pencairan Embrio Universal

Di episode 16, Lingkar Ide PPIA menampilkan Dr Mulyoto Pangestu. Dosen Universitas Negeri Jendral Soedirman (UNSOED) Purwokerto dan staff pengajar bidang reproduksi di Monash University ini telah menerima beberapa penghargaan internasional untuk penelitiannya. Pada episode ini, ia memperkenalkan penelitian terbarunya, ‘universal thawing solution’, atau solusi pencairan embrio dari segala jenis teknik pembekuan embrio yang berbeda.


Episode 17: I Gusti Agung Aditya Jaya - Perawatan Korosi di Struktur Pesawat Kecil

Di episode 17, Lingkar Ide PPIA menampilkan I Gusti Agung Aditya Jaya atau ‘mas Adit”. Penilitian S3 Adit di School of Aerospace, Mechanical and Manufacturing Engineering RMIT University fokus kepada perawatan korosi di struktur pesawat kecil. Adit menemukan efek samping yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan dari penggunaan CPC (corrosion preventive compounds) yang berlebihan.