Education, Social & Culture

 

Visi

Memberikan wadah bagi warga Negara Indonesia untuk dapat berperan aktif dalam kemajuan Indonesia di bidang pendidikan, sosial dan budaya baik di dalam maupun luar negeri.

Misi

  • Menjalin kerjasama dengan komunitas Indonesia di Victoria dan komunitas warga lndonesia
  • Menumbuhkan kesadaran di kalangan pelajar Indonesia tentang pentingnya berkontribusi untuk Indonesia
  • Menumbuhkan pola pikir kritis di kalangan pelajar Indonesia demi memecahkan masalah yang terjadi di Indonesia
  • Menumbuhkan jiwa sosial pelajar Indonesia
  • Meningkatkan kesadaran pelajar Indonesia mengenai isu-isu sosial yang terjadi di Indonesia
  • Memperkenalkan budaya Indonesia kepada warga lokal di Victoria.

Ilmu Untuk Anak Bangsa

What is IUAB?

IUAB is designed to improve the welfare of children in Indonesia through education provision. This year, the focus is on provision of English and Indonesian languages education for the children in Raja Ampat, West Papua. Beside volunteering to teach Bahasa and English, we also build a learning centre ("rumah pintar") for the children.

 

Why IUAB?

The reason for the implementation of this program is because of PPIA Victoria's belief that every child should be given an opportunity to obtain education in order to fulfil their goals. Furthermore, by providing education in English and Indonesian languages, some barriers to communication could be eliminated, which in a way could promote tourism industry in Papua. 

 

When is IUAB?

PPIA Victoria's volunteers are visting Raja Ampat, West Papua on 15-23 December 2018 to volunteer as teachers and to attend the inauguration of the new learning centre. After that, several foundations are going to run the learning centre on their behalf.

 

Donation:

KLIK here if you donate in AUD via Go Fund Me 

KLIK here if you donate in IDR via Kita Bisa

 

Contact Us:

Email: iuab@ppia-vic.org 
Edbert Samuel: +61 432 451 997
Rezlie: +61 426 419 964

Penggunaan Bahasa Indonesia di Victoria Antar Sekolah dan Universitas

 

Victorian Indonesian Language Teachers Association, atau VILTA, pertama kali didirikan tahun 1970 untuk mendukung para pengajar Bahasa Indonesia di Victoria yang saat itu sedang meningkat. Sekarang, VILTA merupakan jaringan  untuk pengajar Bahasa Indonesia dalam semua level, dari pelajar sekolah hingga perguruan tinggi. Salah satu representatif Pendidikan, Sosial dan Budaya PPIA Victoria mewawancarai Ibu Silvy Wantania, salah satu pengajar Bahasa Indonesia di Melbourne, mengenai kemajuan Bahasa Indonesia di Australia akhir-akhir ini.

Ibu Silvy Wantania, salah satu pengajar di SMA Damascus College di Ballarat, yang juga merupakan Bendahara VILTA, Victorian Indonesian Language Teachers Association, sudah bergabung sejak tahun 2005. VILTA mengadakan Sayembara Lisan setiap tahunnya, dan finalnya akan kembali diselenggarakan tahun ini pada tanggal 23-24 Agustus di Sidney Myer Asia Centre di University of Melbourne. Sayembara tersebut berhasil menarik perhatian 700 partisipan di daerah metropolitan Melbourne. Salah satu tujuan Sayembara Lisan adalah untuk memberi kesempatan siswa-siswi Australia untuk menggunakan Bahasa Indonesia.  Selain itu, acara juga bertujuan untuk melatih kepercayaan diri siswa lokal dalam berbahasa Indonesia sekaligus untuk mendorong kemajuan Bahasa Indonesia di Victoria.

Sayangnya, Bahasa Indonesia sedang mengalami penurunan di Australia yang disebabkan oleh hubungan Australia-Indonesia yang akhir-akhir ini sedang tidak stabil. Ketertarikan siswa-siswi lokal dalam Bahasa Indonesia dipengaruhi oleh hubungan Australia-Indonesia yang rentan. Akan tetapi, penggunaan Bahasa Indonesia di Victoria sudah meningkat lagi semenjak travel warning diangkat.

Banyak universitas di Victoria memberi kontribusi terbanyak terhadap peningkatannya Bahasa Indonesia di Victoria. Hal ini dikatakan oleh Ibu Yacinta Kurniasih, dosen Indonesian Studies, di Monash University. Peminat Bahasa Indonesia di Monash University selalu stabil, sedangkan dalam level universitas se-Victoria kemajuannya sedikit lebih meningkat. Ibu Yacinta juga setuju dengan tanggapan Ibu Sylvi yang mengatakan bahwa kemajuan Bahasa Indonesia di sekolah sedikit menurun.

Akan tetapi, kajian Indonesia di Australia akan tetap menjadi hal penting ke depannya. Untuk memperkuat hubungan bilateral Australia dan Indonesia, Pemerintah Australia tengah berusaha untuk memperbaiki hubungan bilateral kedua negara melalui kerjasama antar pelajar. Dengan secara tidak langsung, people-to-people relations akan lebih efektif dalam menjaga hubungan kedua Negara tersebut karena hubungan antar-orang tidak se-rentan hubungan politik.


Video Kebudayaan - Tari Selik Tubu

Tarian Selik Tubu adalah tarian khas dari Palembang yang merupakan sebuah tari penyambutan. Video ini dipersembahkan oleh Liga Tari Mahasiswa Universitas Indonesia Krida Budaya.

Liga Tari Mahasiswa Universitas Indonesia Krida Budaya adalah organisasi mahasiswa yang berfokus pada pelestarian dan pengembangan tarian dan musik tradisional Indonesia. Didirikan pada 17 Februari tahun 1983, telah berpartisipasi dalam berbagai kompetisi dan festival, baik wilayah domestik dan internasional. Dalam perjalanan waktu, Krida Budaya telah tumbuh menjadi kelompok tari fenomenal yang difokuskan untuk perspektif tari yang lebih luas. Kami tidak akan menjadi seperti ini tanpa bimbingan dari berbagai orang yang berdedikasi tinggi yang terus-menerus mendampingi kami; para senior, mentor tari, Tom Ibnur (sebagai Direktur Artistik) dan Niniek L Karim (sebagai Advisor).

Website : www.kridabudaya.com

  • Twitter : @kridabudaya

  • Facebook : Liga Tari Mahasiswa UI Krida Budaya (FanPage) // Krida Budaya Universitas Indonesia (FriendPage)

  • Instagram : @kridabudaya