Wawancara Dengan Ketua Kabinet CeMerLang 2015/2016

Nama Mutiasari Mubyl Handaling, atau lebih dikenal dengan sapaan Mutia, sudah tidak asing bagi komunitas PPIA Victoria, baik ranting maupun cabang. Mutia sudah bergabung dalam PPIA sejak 2012 dan kini masih menjabat sebagai Ketua PPIA Victoria 2014/15. Sejak 4 Juli 2015, Mutia mengganti posisi Ahmad Almaududy Amri, Ketua PPIA Pusat 2014/15 yang kini sudah demisioner. Berikut wawancara Tim Hubungan Masyarakat PPIA Victoria bersama Mutia selaku Presiden PPIA Pusat periode 2015-2016.

Halo, Mutia! Kalau boleh tau kenapa Mutia tertarik untuk bergabung dengan PPIA dan sejak kapan?
“Halo juga! Aku pertama kali bergabung PPIA itu sejak volunteer di acara-acara kepengurusan PPIA Deakin 2012-2013, selain bantu memasak, pada akhir kepengurusan aku juga masuk dalam tim redaksi buku kenangan PPIA Deakin. Di tahun selanjutnya aku menjabat menjadi salah satu executive di PPIA Deakin sebagai sekretaris eksternal dan sering volunteer kegiatan-kegiatan PPIA di Victoria. Sejak aku aktif di PPIA, aku merasa sangat banyak manfaat yang aku dapat dan aku juga merasa, melalui PPIA, aku bisa memberikan banyak kontribusi baik untuk teman-teman pelajar Indonesia di Australia, maupun untuk Indonesia.”

Pada debat calon presiden Mutia mengatakan bahwa jika terpilih, Kabinet 2015/16 akan diberi nama Kabinet CeMerLang. Apa makna dari ‘CeMerLang’ dan mengapa Mutia memilih nama tersebut?
“CeMerLang adalah singkatan dari kata Cerdas, Merakyat dan gemiLang.

Cerdas artinya mampu memanfaatkan setiap peluang yang dapat membawa PPIA      menjadi lebih maju. Sigap dan tanggap terhadap permasalahan dalam aspek pendidikan, sosial, kesehatan, lingkungan, dll.

Merakyat artinya kehadiran PPIA Pusat mampu menopang kinerja cabang dan ranting sehingga cabang dan ranting dapat mencapai potensi maksimal masing-masing. Disini tentunya kita juga berharap terciptanya kerjasama dan komunikasi dua arahyang baik bagi Pusat, Cabang dan Ranting.

Gemilang artinya PPIA Pusat akan mengoptimalkan potensi PPIA untuk lebih berprestasi dan memberikan kontribusi yang lebih untuk Indonesia dan komunitas Internasional. PPIA Pusat juga akan menjalin kerjasama dengan organisasi-organisasidan lembaga-lembaga strategis untuk memperluas jaringan di Indonesia, Australia dan dunia Internasional.”

Apa yang ingin Mutia rubah dalam kepimpinan PPIA Pusat selanjutnya? Apa visi dan misi Mutia untuk Kabinet Cemerlang?
Kinerja dari PPIA Kabinet Aktivis sangat patut untuk di acungi jempol, mereka berhasil memasang bench mark atau tolak ukur yang tinggi bagi kepengurusan-kepengurusan selanjutnya. Ini tentunya memudahkan kepengurusan Kabinet Cemerlang untuk mengoptimalkan semua landasan dan sistem yang telah di bentuk.

Visi : Mengoptimalkan performa PPIA yang CeMerLang

Misi:

      Mengembangkan kegiatan yang bersifat akademis dan keilmuan.

      Memperkuat hubungan internal PPIA dengan mengutamakan asas demokrasi.

      Mengoptimalkan potensi PPIA untuk lebih berprestasi dan memberikan kontribusi yang lebih untuk Indonesia dan komunitas Internasional.

 

Sepertinya ada perselisihan antara pelajar S1 dan pelajar tingkat lain (Masters dan Ph.D) dalam PPIA, baik cabang maupun ranting. Menurut Mutia, apa masalahnya dan kira-kira dengan cara apa akan Mutia menyikapi masalah ini? Bagaimana akan Mutia mengharmonisasi hubungan mahasiswa/i Indonesia se-Australia?
 

“Secara pribadi, saya merasa adanya jarak antara mahasiswa bachelor, master dan Ph.D dikarenakan adanya perbedaan minat dan prioritas. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk kesenjangan ini kita kecilkan. Salah satu caranya adalah mencari titik tengah dari minat masing-masing pihak, seperti misalnya menyeimbangkan program-program yang bersifat akademik dan hiburan.”

Secara keseluruhan pelajar Indonesia dianggap belum cukup mampu membawa perubahan karena kita pelajar di negara orang lain. Akan tetapi program kerja PPIA, baik pusat maupun cabang, beberapa tahun ini sering berkaitan dengan Indonesia. Bagaimana kita, sebagai pelajar Indonesia, bisa berkontribusi ke Tanah Air walaupun sedang mencari ilmu di negeri tetangga?

“Salah satu hal termudah yang dapat kita lakukan sebagai pelajar Indonesia di negara asing adalah menjadi agen representatif bagi Indonesia. Disini kita dapat membangun kerjasama dan understanding dengan penduduk lokal. Kita juga tentunya dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia internasional melalui program-program kerja PPIA.”