Episode 17: I Gusti Agung Aditya Jaya - Perawatan Korosi di Struktur Pesawat Kecil.

Di episode 17, Lingkar Ide PPIA menampilkan I Gusti Agung Aditya Jaya atau ‘mas Adit”. Penilitian S3 Adit di School of Aerospace, Mechanical and Manufacturing Engineering RMIT University fokus kepada perawatan korosi di struktur pesawat kecil. Adit menemukan efek samping yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan dari penggunaan CPC (corrosion preventive compounds) yang berlebihan.

Episode 16: Mulyoto Pangestu - Solusi Pencairan Embrio Universal.

Di episode 16, Lingkar Ide PPIA menampilkan Dr Mulyoto Pangestu. Dosen Universitas Negeri Jendral Soedirman (UNSOED) Purwokerto dan staff pengajar bidang reproduksi di Monash University ini telah menerima beberapa penghargaan internasional untuk penelitiannya. Pada episode ini, ia memperkenalkan penelitian terbarunya, ‘universal thawing solution’, atau solusi pencairan embrio dari segala jenis teknik pembekuan embrio yang berbeda.

Episode 14: Harryadin Mahardika - Perilaku Publik dalam Mengadopsi Mobile Technology.

Di episode 14, Lingkar Ide PPIA menampilkan Harryadin Mahardika, penerima beasiswa Kementerian Komunikasi dan Informasi yang sedang menyelesaikan program S3 di Department of Marketing, Monash University. Risetnya menawarkan pengertian konseptual untuk memprediksi perilaku konsumen dalam mengadopsi teknologi pemasaran menggunakan perangkat bergerak, seperti QR Code.

Episode 6: Syahrudin Yadi - Informasi Spasial untuk Pengembangan Sustainable City

Di episode keenam, Lingkar Ide PPIA menampilkan Syahrudin Yadi, seorang staff geoinformatika Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL) asal Jakarta. Ia baru saja menyelesaikan program Master of Applied GIS di Melbourne University dengan thesis pemanfaatan data dan informasi spasial untuk mendukung pengembangan sustainable city. Kota Semarang ia pilih sebagai studi kasus untuk thesisnya ini.

Episode 1: Bagus Nugroho - Pengurangan surface friction drag demi efisiensi transportasi

Di episode perdana ini, Lingkar Ide PPIA menampilkan Bagus Nugroho – mahasiswa Indonesia di Department of Mechanical Engineering, The University of Melbourne – yang sedang meneliti kemungkinan mengurangi surface friction drag secara signifikan dengan surface roughness yang didesain secara divergence dan convergence.

Bagus Nugroho bisa dihubungi melalui Facebook disini.

Resource Produksi Lingkar Ide PPIA

Naskah Produksi

 

 

Sebagai sebuah film dokumenter yang profesional, naskah produksi yang baik adalah kunci dari penciptaan Lingkar Ide PPIA. Secara umum ada tiga fungsi utama dari naskah produksi:

Penyaringan narasumber

Penyusunan penyampaian materi dengan baik, dan

Memastikan film tidak lebih dari 8 menit, dengan asumsi 600-700 kata dalam Bahasa Indonesia membutuhkan 7-8 menit untuk dibaca.

Template naskah produksi Lingkar Ide PPIA dapat didownload disini.

Contoh naskah produksi yang sudah jadi (Episode 1: Bagus Nugroho) dapat didownload disini.

Tim Produksi dan Pasca-Produksi

 

 

Secara umum, Lingkar Ide PPIA didesain sebagai produksi yang ultra low budget, dengan staffing yang minimal. Pada umumnya, sebuah episode Lingkar Ide PPIA hanya membutuhkan 3 orang kru produksi, yang terdiri dari: juru kamera, juru suara (audio) dan pengarah materi /script master.

Perihal peralatan, untuk kamera, kami menggunakan Nikon D90 atau kamera D-SLR lain yang memiliki fitur rekaman video HD. Untuk audio, kami menggunakan Zoom H4n, dan tambahan boomer + shotgun microphone apabila diperlukan.

Editing

Di PPIA Victoria, kami mengedit menggunakan Final Cut Express. Hal yang penting untuk diperhatikan pada proses editing adalah requirement yang diberikan dari stasiun televisi, yaitu: audio level yang konstan (diantara -12 sampai -6 desibel), TV safe area, brightness level yang tidak melebihi 100% IRE. Oh ya, tidak lupa, format video minimal 720p HD.

Soundtrack

Seperti penggunaan gambar, Lingkar Ide PPIA hanya dapat menggunakan BGM (background music) / lagu yang bebas royalti, gratis dan libre. Oleh sebab itu, kami (seperti halnya banyak rumah produksi lainnya) menggunakan Garageband (loops) untuk mengisi soundtrack Lingkar Ide PPIA, dan repositori lagu dengan lisensi Creative Commons dibawah ini:

http://live.freeplaymusic.com

http://freemusicarchive.com

http://ccmixter.com

http://audiofarm.org

http://incompetech.com/m/c/royalty-free/

Subtitling

Untuk subtitling / closed captioning, kami mengikuti panduan CC dari YouTube yang dapat ditemukan disini. Dengan mengikuti panduan ini, kami dapat menampilkan Lingkar Ide PPIA dalam berbagai puluhan bahasa (Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman bahkan Mandarin) sesuai dengan fitur auto translate yang dimiliki oleh YouTube.

 

Template-Template Produksi

Lingkar Ide PPIA menggunakan font Sketch Rockwell. Font ini dapat anda download disini.

Lalu, kami menggunakan aplikasi presentasi Keynote di Mac OS untuk membuat judul-judul Lingkar Ide PPIA. File Keynote yang kami gunakan dapat anda download disini.

Lingkar Ide PPIA

Memperkenalkan: Lingkar Ide PPIA

Salam PPIA,

Di PPIA Victoria, kami percaya bahwa mahasiswa Indonesia yang tinggal dan belajar di luar negeri memiliki keinginan luhur untuk terus berkontribusi kepada nusa dan bangsa.

Namun, sayangnya, bagi sebagian besar mahasiswa Indonesia di Australia, keinginan tersebut terpendam sebagai sebuah keinginan saja.

Pada bulan Agustus tahun 2009 ini, kami menyadari bahwa belum ada sebuah mekanisme jelas yang dapat digunakan oleh mahasiswa Indonesia di Australia untuk menyalurkan sumbangan terbesar yang mereka miliki: gagasan serta ide-ide mereka.

Padahal, kami banyak menemukan mahasiswa Indonesia di Australia dengan ide-ide besar yang memiliki potensi luar biasa jika disosialisasikan dengan baik di tanah air.

Minimal, kami merasa ide-ide mereka dapat membakar semangat rekan-rekan mahasiswa di Indonesia, dan diseluruh dunia, untuk terus terbuka dan kritis dalam menuntut ilmu, sehingga dapat menghasilkan terobosan-terobosan keilmuan yang dapat menjunjung tinggi nama baik Indonesia dikancah penelitian internasional.

Secara singkat, Lingkar Ide PPIA adalah sebuah platform yang kami bangun untuk digunakan oleh pelajar Indonesia di Australia untuk mensosialiasikan proses dan/atau hasil studinya secara efektif ke Indonesia dan seluruh penjuru dunia melalui video dokumenter singkat.

Tentunya, kami tidak membatasi diri hanya pada untuk mahasiswa yang sedang mengambil pasca sarjana atau doktoral dengan thesis-nya, tetapi kepada seluruh mahasiswa Indonesia di Australia yang memiliki ide-ide luar biasa, yang dapat berkontribusi positif dalam sebuah lingkaran ide yang terus membakar inspirasi.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Lingkar Ide PPIA, tonton Episode 3: Ide Dibalik Lingkar Ide PPIA.

Untuk menonton berbagai episode Lingkar Ide PPIA, buka halaman YouTube kami dihttp://youtube.com/lingkarideppia.

Di PPIA Victoria, kami percaya bahwa mahasiswa Indonesia yang tinggal dan belajar di luar negeri memiliki keinginan luhur untuk terus berkontribusi kepada nusa dan bangsa.

Namun, sayangnya, bagi sebagian besar mahasiswa Indonesia di Australia, keinginan tersebut terpendam sebagai sebuah keinginan saja.

Pada bulan Agustus tahun 2009 ini, kami menyadari bahwa belum ada sebuah mekanisme jelas yang dapat digunakan oleh mahasiswa Indonesia di Australia untuk menyalurkan sumbangan terbesar yang mereka miliki: gagasan serta ide-ide mereka.

Padahal, kami banyak menemukan mahasiswa Indonesia di Australia dengan ide-ide besar yang memiliki potensi luar biasa jika disosialisasikan dengan baik di tanah air.

Minimal, kami merasa ide-ide mereka dapat membakar semangat rekan-rekan mahasiswa di Indonesia, dan diseluruh dunia, untuk terus terbuka dan kritis dalam menuntut ilmu, sehingga dapat menghasilkan terobosan-terobosan keilmuan yang dapat menjunjung tinggi nama baik Indonesia dikancah penelitian internasional.

Secara singkat, Lingkar Ide Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (atau Lingkar Ide PPIA) adalah sebuah platform yang kami bangun untuk digunakan oleh pelajar Indonesia di Australia untuk mensosialiasikan proses dan/atau hasil studinya secara efektif ke Indonesia dan seluruh penjuru dunia melalui video dokumenter singkat.

Tentunya, kami tidak membatasi diri hanya pada untuk mahasiswa yang sedang mengambil pasca sarjana atau doktoral dengan thesis-nya, tetapi kepada seluruh mahasiswa Indonesia di Australia yang memiliki ide-ide luar biasa, yang dapat berkontribusi positif dalam sebuah lingkaran ide yang terus membakar inspirasi.adadasd

Menjadi Narasumber Lingkar Ide PPIA

 

Apakah anda warga negara Indonesia yang sedang belajar di Australia, khususnya di Melbourne dan sekitarnya? Apakah anda memiliki sebuah ide / penelitian yang memiliki potensi positif untuk Indonesia jika dibagikan secara luas? Jika jawaban anda adalah ya untuk kedua pertanyaan ini, maka anda dapat menjadi narasumber pada Lingkar Ide PPIA berikutnya!

Caranya: Download template naskah produksi Lingkar Ide PPIA disini, lalu kirimkan template yang sudah anda isi ke alamat email sekretariat@ppia-vic.org. Karena setiap episode Lingkar Ide PPIA hanya 8 menit saja, anda hanya perlu menuliskan 600an kata saja. Mudah bukan? Kami tunggu naskah dari anda!

Jika ada yang ingin anda tanyakan, langsung saja telepon salah satu tim Lingkar Ide PPIA berikut: 

1. Evalin Lim (046-709-3909)

2. Stanislaus Glenndy Fabian (045-076-9494)

3. Natalia Agus (045-130-2828)

Duplikasi: Kunci Sukses Lingkar Ide PPIA

Sebagai penggagas Lingkar Ide PPIA, kami baru dapat menilai program ini sukses apabila telah terjadi replikasi produksi Lingkar Ide PPIA oleh PPIA Cabang lain di Australia, atau bahkan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia lain di belahan dunia yang lain.

Untuk membuka kemungkinan replikasi produksi, kami telah merancang Lingkar Ide PPIA sebagai sebuah inisiatif yang open source – Dalam artian, seluruh dokumen tata cara produksi, contoh naskah produksi, dan sebagainya dapat ditemukan dan didownload secara utuh dari http://ppia-vic.org/lingkaride/resource/.

Harapan kami, dalam dua atau tiga tahun kedepan, kita akan dapat menemukan puluhan, bahkan mungkin ratusan video dokumentasi berkualitas di YouTube yang menggali potensi ide-ide kreatif anak bangsa dimanapun ia berada.

Hidup Indonesia!