Penggunaan Bahasa Indonesia di Victoria antar sekolah dan universitas

Victorian Indonesian Language Teachers Association, atau VILTA, pertama kali didirikan tahun 1970 untuk mendukung para pengajar Bahasa Indonesia di Victoria yang saat itu sedang meningkat. Sekarang, VILTA merupakan jaringan  untuk pengajar Bahasa Indonesia dalam semua level, dari pelajar sekolah hingga perguruan tinggi. Salah satu representatif Pendidikan, Sosial dan Budaya PPIA Victoria mewawancarai Ibu Silvy Wantania, salah satu pengajar Bahasa Indonesia di Melbourne, mengenai kemajuan Bahasa Indonesia di Australia akhir-akhir ini.

Ibu Silvy Wantania, salah satu pengajar di SMA Damascus College di Ballarat, yang juga merupakan Bendahara VILTA, Victorian Indonesian Language Teachers Association, sudah bergabung sejak tahun 2005. VILTA mengadakan Sayembara Lisan setiap tahunnya, dan finalnya akan kembali diselenggarakan tahun ini pada tanggal 23-24 Agustus di Sidney Myer Asia Centre di University of Melbourne. Sayembara tersebut berhasil menarik perhatian 700 partisipan di daerah metropolitan Melbourne. Salah satu tujuan Sayembara Lisan adalah untuk memberi kesempatan siswa-siswi Australia untuk menggunakan Bahasa Indonesia.  Selain itu, acara juga bertujuan untuk melatih kepercayaan diri siswa lokal dalam berbahasa Indonesia sekaligus untuk mendorong kemajuan Bahasa Indonesia di Victoria.

Sayangnya, Bahasa Indonesia sedang mengalami penurunan di Australia yang disebabkan oleh hubungan Australia-Indonesia yang akhir-akhir ini sedang tidak stabil. Ketertarikan siswa-siswi lokal dalam Bahasa Indonesia dipengaruhi oleh hubungan Australia-Indonesia yang rentan. Akan tetapi, penggunaan Bahasa Indonesia di Victoria sudah meningkat lagi semenjak travel warning diangkat.

Banyak universitas di Victoria memberi kontribusi terbanyak terhadap peningkatannya Bahasa Indonesia di Victoria. Hal ini dikatakan oleh Ibu Yacinta Kurniasih, dosen Indonesian Studies, di Monash University. Peminat Bahasa Indonesia di Monash University selalu stabil, sedangkan dalam level universitas se-Victoria kemajuannya sedikit lebih meningkat. Ibu Yacinta juga setuju dengan tanggapan Ibu Sylvi yang mengatakan bahwa kemajuan Bahasa Indonesia di sekolah sedikit menurun.

Akan tetapi, kajian Indonesia di Australia akan tetap menjadi hal penting ke depannya. Untuk memperkuat hubungan bilateral Australia dan Indonesia, Pemerintah Australia tengah berusaha untuk memperbaiki hubungan bilateral kedua negara melalui kerjasama antar pelajar. Dengan secara tidak langsung, people-to-people relations akan lebih efektif dalam menjaga hubungan kedua Negara tersebut karena hubungan antar-orang tidak se-rentan hubungan politik.