Belajar dalam Tawa di Temu Lawak 2016

Menyambut datangnya hari kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia yang akan jatuh pada tanggal 17 Agustus 2016 esok, Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia di Victoria (PPIA Victoria) akan menggelar sebuah drama komedi untuk memeriahkan hari lahir Republik Indonesia. Drama komedi yang bertajuk Temu Lawak ini, merupakan sebuah singkatan dari Teater Muda Langkah Awal Kemerdekaan. Sesuai dengan namanya, tema yang diusung dalam acara ini adalah topik mengenai kemerdekaan di mata para generasi muda bangsa Indonesia. Walau mengambil tema yang cukup serius, namun acara ini akan dikemas dengan penuh banyolan dan komedi yang mendidik dan akan mampu menghangatkan suasana di tengah-tengah musim dingin di kota Melbourne.

Acara Temu Lawak 2016 akan diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2016, bertempat di Athenaeum Theater, 188 Collins St. Melbourne, VIC 3000, pintu akan mulai dibuka pukul 2 siang waktu setempat. Selain itu, acara ini juga telah didesain secara matang dan memiliki banyak unsur yang familiar bagi anak muda saat ini, khususnya yang sedang menetap ataupun berada di Melbourne ketika acara berlangsung. Tiket sudah dapat dibeli melalui facebook PPIA VICTORIA atau di www.ppia-vic.org dengan harga $15 per-orang.

Berangkat dari keprihatinan terhadap kurang tinggi dan meratanya rasa cinta tanah air para pemuda Indonesia terhadap tanah kelahirannya, maka digagaslah acara Temu Lawak ini untuk membahas topik hangat tersebut di atas panggung. Drama komedi ini merupakan serratus persen karya anak bangsa dimana para pemain dan aktor di balik panggungnya merupakan mahasiswa dan mahasiswi Indonesia di Australia. Selain menampilkan drama komedi, Temu Lawak juga akan menghadirkan tari-tarian tradisional Indonesia serta penampilan musik tradisional Indonesia yang akan dibawakan oleh para komunitas Indonesia yang ada di Melbourne.

Terlebih, acara Temu Lawak 2016 juga akan kedatangan tamu spesial, yakni salah seorang figur multitalent asal Indonesia, Pandji Pragiwaksono. Selain terkenal akan bakatnya sebagai MC dan rapper kawakan, kini Pandji akan menghibur para penonton dengan keahliannya untuk melakukan stand-up comedy. Selain tampil di Melbourne, Pandji kini juga tengah melakukan tur dunia stand-up comedy dimana ia akan mengunjungi beberapa negara lain dalam waktu dekat. Oleh karena itu, penampilan dari Pandji ini akan sangat sayang untuk dilewatkan.     

Setelah menyaksikan drama komedi Temulawak, diharapkan bahwa acara ini bisa menjadi arena pembelajaran bagi seluruh elemen yang terlibat untuk bersama-sama meningkatkan rasa kecintaan dan kebanggaan kita terhadap identitas kita sebagai bangsa Indonesia, dan juga kebanggaan kita terhadap warisan kekayaan alami dan budaya yang telah dibangun dengan susah payah oleh para leluhur kita.

Salah satu Project Manager Temu Lawak, Regina Suwono berujar bahwa “acara ini juga sekiranya bisa melecut semangat perubahan didalam jiwa para pemuda Indonesia untuk lebih berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia kedepannya, karena di tangan para pemudalah cita-cita bangsa Indonesia akan digantungkan kelak”. Akhir kata, kami mengajak segenap masyarakat Indonesia yang ada di Australia, khususnya para pemuda-pemudi, untuk menyemarakkan dan mensukseskan acara ini karena dengan kedatangan dan kontribusi saudara-saudari, acara ini akan lebih bermakna. Salam PPIA! 

 

Victoria Cup 2016: Kompetisi Olahraga antar Mahasiswa Indonesia

Menjelang datangnya musim dingin di kota Melbourne, semangat olahraga para mahasiswa Indonesia di Melbourne justru tengah membara. Pagelaran Victoria Cup 2016, yang diadakan di Sport Hall Monash University Clayton pada hari Sabtu (14/5) kemarin, berjalan dengan semarak dan sukses. Berbeda dari tahun sebelumnya, kini Victoria Cup hadir dengan variasi cabang olahraga yang lebih beragam yakni futsal, basket, bulutangkis serta tenis meja. Penambahan jumlah cabang olahraga ini dilatarbelakangi oleh saran dari para peserta Victoria Cup tahun lalu serta keputusan komite yang menginginkan acara ini untuk dikemas lebih beragam. Selain peningkatan jumlah peserta, antusiasme yang datang dari para supporter pun semakin tinggi. Gemuruh suara dukungan dan teriakan nyaring berkumandang di dalam Sport Hall selama acara berlangsung.

“Tujuan dari diadakannya Victoria Cup ini adalah untuk mengapresiasi minat dan bakat olahraga serta mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan para mahasiswa Indonesia di Melbourne.” Ujar Guidho Geofandi, Project Manager Victoria Cup sekaligus anggota komite PPIA Victoria.

Jumlah pendaftar tahun ini menunjukkan angka yang luar biasa. Total, ada 46 tim putra dan putri yang bertanding dalam empat cabang olahraga diatas. Tim-tim tersebut merupakan perwakilan dari universitas-universitas di Melbourne yang merupakan anggota ranting PPIA Victoria. Universitas tersebut terdiri dari Melbourne University, Deakin University, Monash University, RMIT, William Angliss Institute, Holmes Institute, Victoria University, La Trobe University serta Swinburne University. Hal ini menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun, pagelaran Victoria Cup berhasil menarik atensi dan minat yang cukup tinggi dari para mahasiswa Indonesia di negara bagian Victoria.

 

Dari 46 tim yang bertanding, akhirnya ada nama-nama yang muncul sebagai juara. Pemenang-pemenang Victoria Cup 2016 adalah sebagai berikut. Di cabang olahraga futsal, Tim PPIA Melbourne University A berhasil keluar menjadi juara pertama, disusul oleh tim PPIA Monash University 1 dan tim PPIA RMIT 1 di posisi ke-2 dan 3. Michael Wangsa Sanjaya didapuk sebagai pemain terbaik (MVP) di kompetisi ini.

Selain futsal, tim PPIA Melbourne University juga Berjaya di kategori basket laki-laki. Tim PPIA Melbourne University berhasil menundukkan Tim PPIA RMIT pada babak final. Pada kesempatan kali ini, penghargaan pemain terbaik (MVP) diraih oleh Sugiharto Tunggal. Sementara di kategori basket perempuan, tim PPIA RMIT berhasil merengkuh posisi pertama.

Di cabang bulutangkis, ada tiga kategori yang dipertandingkan kali ini, yakni tunggal putra, ganda putra serta ganda campuran. Di nomor tunggal putra, pertandingan yang sengit dan ketat terjadi di babak final. Akhirnya, Poltak dari PPIA Melbourne University harus menerima kekalahan melawan Ericson dari PPIA RMIT yang akhirnya keluar menjadi juara pertama. Lalu di nomor ganda putra, pasangan Stephen/Denny dari PPIA Deakin University tampil sebagai pemenang setelah mengandaskan perlawanan dari Reynard/Krishna dari PPIA Melbourne University. Terakhir, juara kategori ganda campuran berhasil direngkuh oleh pasangan dari PPIA Melbourne University, Poltak/Claudia, setelah mengalahkan pasangan Febrianto/Elissa dari PPIA RMIT. Sementara itu di cabang olahraga tenis meja, pertandingan final yang mempertemukan Andreas dari PPIA Monash University dan Kevin dari La Trobe University akhirnya dimenangkan oleh tim tuan rumah PPIA Monash University.

“Bergabung di Victoria Cup ini adalah kesempatan yang bagus bagi saya dan seluruh peserta untuk mengasah jiwa kompetisi kami sembari berolahraga dan menjaga kondisi tubuh supaya tetap sehat.” Ujar Joe Ng, peserta lomba bulu tangkis Victoria Cup 2016 dari PPIA RMIT.

Tidak bisa dipungkiri bahwa olahraga merupakan kunci sukses untuk menjaga tubuh dan pikiran untuk tetap sehat. Akhir kata, PPIA Victoria mengucapkan selamat kepada para pemenang Victoria Cup 2016 dan semoga acara ini bisa memberi manfaat yang maksimal bagi seluruh peserta untuk berkompetisi di jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, ucapan terimakasih sebesar-besarnya juga dilayangkan kepada Telkomsel, RACC Australia dan Real Foods: Corn Thins yang telah bekerja sama dan berkontribusi demi kelancaran penyelenggaraan acara Victoria Cup 2016. Tidak lupa pula ucapan terimakasih juga diucapkan kepada para media partner yakni Indo Bulletin, Cicak2, Buset Magazine dan Buset Online. Sampai jumpa di Victoria Cup tahun depan!

Alun-Alun 2016 Sukses Mengobati Rasa Rindu Akan Tanah Air!

Di bawah awan mendung dan terpaan angin musim gugur kota Melbourne, pagelaran Alun-Alun 2016 yang diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia-Australia (PPIA) Victoria berjalan lancar dan semarak. Tujuan utama dari acara Alun-Alun ini sendiri adalah untuk menyambut kedatangan para pelajar Indonesia baru yang akan melanjutkan studi mereka di kota Melbourne dan sekitarnya. Bertempat di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk Victoria dan Tasmania, acara Alun-Alun juga sukses menjadi panggung pertemuan temu kangen bagi para warga Indonesia yang menetap di Melbourne.

Acara tahunan PPIA Victoria ini dikemas dengan konsep yang menonjolkan kekayaan budaya bangsa Indonesia dengan menampilkan aspek kehidupan yang biasa kita temui sehari-hari di Indonesia. Setelah acara dibuka dengan sambutan dari pihak penyelenggara serta perwakilan dari KJRI Melbourne, acara dilanjutkan dengan berbagai macam kegiatan, termasuk penampilan dari beberapa PPIA ranting, grup tari serta grup band ‘empat lima’ dari Australia. Tidak lupa pula acara ini dimeriahkan dengan berbagai suguhan khas Indonesia seperti martabak, aneka masakanmpadang dan cemilan ringan yang dijual di beberapa stand yang bertebaran di dalam arena acara.

Selain memanjakan lidah dan perut dengan cita rasa aneka masakan nusantara, para pengunjung, dapat memanfaatkan acara Alun-Alun ini untuk melaporkan diri atas kedatangan dan rencana studi mereka di Melbourne ke pihak KJRI. Menurut salah satu perwakilan dari KJRI, lapor diri bersifat wajib bagi seluruh pelajar maupun warga Indonesia yang hendak tinggal di Melbourne guna memudahkan pengumpulan data untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya. Acara yang berlangsung dari pukul 10.00 - 16.00 ini disemarakkan dengan pertunjukkan teater, demo masak, workshop Australian Football (footy) dan juga pertunjukkan musik oleh PPIA ranting dari beberapa Universitas di area Victoria. Selain itu, band ‘empat lima’ yang beranggotakan tiga wanita Australia membawakan beberapa lagu yang instrumennya terinspirasi dari ketertarikan mereka dengan budaya Indonesia. Pada akhir acara, tim Paskibraka KJRI Melbourne melakukan demo gerakan ala Paskibraka dan pembacaan puisi sebagai upaya promosi untuk perekrutan anggota Paskibraka 2016.

Melihat antusiasme tinggi dari para pelaku serta pengunjung dari acara Alun-Alun 2016, bukan tidak mungkin bahwa acara ini akan kembali digelar tahun depan. Akhir kata, acara ini tidak dapat terlaksana dengan baik tanpa adanya dukungan dan kerjasama dari pihak KJRI Melbourne, sponsor, media dan juga semua elemen acara yang turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Alun-Alun 2016. Sampai jumpa di Alun-Alun 2017!

Kemeriahan Perayaan Australia Day di Melbourne!

By Halida Nabilla Salfa

Melbourne, VIC – Australia Day (26/1) merupakan hari yang dirayakan oleh masyarakat yang berdomisili di Australia untuk memperingati pendaratan pertama bangsa Inggris di Port Jackson, New South Wales. Dalam perkembangannya di masa dewasa ini, Australia Day dirayakan dengan cara menonjolkan keberagaman budaya dan ras yang merupakan ciri khas kehidupan masyarakat di Australia. Tahun ini, perayaan Australia Day di wilayah Victoria yang berlangsung dari pukul 10.30am hingga 09.45pm ini berpusat di beberapa area seperti di sepanjang area Swanston street hingga Kings Domain Gardens, Dockland dan juga Government House.

Rangkaian perayaan Australia Day dimulai dengan upacara pengibaran bendera Australia di Melbourne Town Hall. Proses pengibaran dilakukan oleh angkatan darat dan laut militer Australia dan diiringi pertunjukkan drum-band oleh angkatan udara militer Australia.

(Upacara pengibaran bendera oleh angkatan laut militer Australia)

(Upacara pengibaran bendera oleh angkatan laut militer Australia)

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan parade budaya yang diikuti oleh lebih dari 100 organisasi masyarakat di Melbourne yang berasal dari berbagai macam negara; Cina, Thailand, India, Macedonia dan juga Indonesia. Tidak hanya komunitas budaya, pawai ini juga dimeriahkan dengan penampilan dari komunitas hobi dan gaya hidup yang menawarkan keunikan masing-masing seperti, komunitas cosplay, sepeda antik ataupun skateboard.

Seperti dikutip dari kantor berita ABC, Gubernur Victoria, Linda Dessau, mengatakan bahwa Australia Day adalah hari yang dapat dirayakan oleh semua orang di Australia dengan cara dan budaya masing-masing. Terlebih, Linda Dessau juga mengajak segenap komunitas yang ada di Victoria untuk berpartisipasi dan menyemarakkan acara tahunan ini. Pawai yang melintasi Swanston Street ini berlangsung sangat meriah dan berhasil menunjukkan kerukunan hidup dalam tingkat keberagaman yang sangat kompleks dan luas di antara masyarakat Victoria.

 

(Keceriaan komunitas Indonesia di parade Australia Day)

(Keceriaan komunitas Indonesia di parade Australia Day)

(Tarian tradisional Indonesia di Parade Australia Day)

(Tarian tradisional Indonesia di Parade Australia Day)

Seusai pawai budaya, pemerintah Victoria menawarkan fasilitas open house di area Government House. Pengunjung open house dapat menyaksikan keindahan desain interior sembari mempelajari sejarah kota Victoria. Selain itu, masyarakat yang datang untuk merayakan Australia Day juga disuguhkan atraksi akrobatik dari Angkatan Udara militer Australia yang menghiasi langit kota Melbourne siang itu. Akhirnya, perayaan Australia Day ditutup dengan pesta kembang api di area Dockland pada malam itu.

 

(Dining Hall, Government House)

(Dining Hall, Government House)

(Salah satu sudut di Government House).  

(Salah satu sudut di Government House).